Politik
Romo Benny Susetyo, Pr. dalam seminar yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (29/7). (Ist)

MALANG- Peningkatan nasionalisme melalui penghormatan lambang Negara Republik Indonesia oleh siswa dan siswi sekota Malang dan Batu menjadi tema seminar yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (29/7).

Seminar ini diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru sekota Malang. Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menjadi pembicara dalam seminar ini. Menurutnya Guru adalah fasilitator dan pemandu bagi peserta didik.

"Guru adalah fasilitator, pemandu, serta pendamping bagi siswa salah satunya dalam memperkenalkan tokoh-tokoh nasional," jelas Benny.

Tujuannya agar siswa dapat membangun kesadarannya dan menjadi lebih inovatif dan kreatif.

"Inovatif dan kreatif menjadi tujuan dalam membangun kesadaran mengenal tokoh bangsa ini. Agar siswa mengetahui dan menjadi teladan yang disesuaikan dengan era sekarang," ujarnya.

Hal penting lainnya juga dijelaskan rohaniawan ini yaitu harus memperkenalkan kepada siswa realitas kekinian yang terjadi.

"Realitas kekinian harus diperkenalkan. Ini bertujuan agar membangun kesadaran anak akan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tutupnya.

Kampung Gotong Royong

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sementara itu, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono meresmikan Kampung Glintung Go Green, Malang sebagai Pusat Pelatihan Membangun Kampung Berbasis Gotong Royong, Selasa (28/7).

Terpilihnya Kampung Glintung, sebagai Pusat Pelatihan Kampung Gotong Royong juga membina Kampung Wonosari Go Green yang letaknya tidak jauh dari Kampung Glintung, Kelurahan Purwantoro, Blimbing, Malang.

Menurut Hariyono, pusat pelatihan kampung gotong royong ini sesuai cita-cita pendiri bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. "Yang dilakukan ini bisa menjadi bagian dari sumber inspirasi dan prestasi di kampung-kampung yang ada di Indonesia. Tidak hanya kedaulatan di bidang ekonomi, kata dia juga kedaulatan bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya," katanya.

"Tanpa dipidatokan itu bisa menjadi kenyataan. Harapan besar pendiri bangsa kita menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, adil dan makmur. Itu diwujudkan bersama,” tambahnya.

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) ini menekankan adanya sinergitas antara perguruan tinggi dan kampung karena inovasi ilmiah di kampus bisa diterapkan dan disesuaikan dengan kearifan lokal tataran kampung. "Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan orangnya saja tapi kehidupannya. Kami di sini juga belajar," ucapnya.

Hariyono menandatangani prasasti secara simbolis yang dipajang dan disaksikan semua warga dan juga masyarakat tamu pengunjung yang belajar ke Glintung.

"Kita butuh sosok penggerak yang bisa menginspirasi bagi masyarakat sekitarnya seperti Pak Bambang ini. Kita butuh sosok seperti beliau," imbuhnya.

Inisiator Kampung 3G, Bambang Irianto, mengatakan Rumah Prestasi Glintung Go Green sebagai Pusat Pelatihan Membangun Kampung Berbasis Gotong Royong memang sudah lama menjadi pilihan baik instansi pemerintah, komunitas atau kelompok PKK yang belajar ke Glintung. Bahkan beberapa mahasiswa juga melakukan studi banding.

"Rumah prestasi ini menjadi pusat kunjungan dari berbagai negara dan lembaga lainnya sebagai pusat pelatihan kampung gotong royong. Kami membangun kampung dengan semangat gotong royong," akunya.

Peraih penghargaan Kalpataru dari Presiden RI karena jasanya melestarikan lingkungan hidup di Indonesia ini menilai tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan dalam membangun sebuah kampung.

"Membangun kampung tidak gampang harus ada designnya. Yang kami bangun adalah jiwa gotong royong sebagai intisari dari Pancasila," tukasnya.

Rumah prestasi ini kata Bambang telah didesain ramah lingkungan. Sebanyak 67 persen air hujan di rumah ini tidak mengalir tapi masuk ke dalam tanah.

"Ini karena inovasi kami yang direplikasi di berbagai daerah. Ini murni karya orang kampung. Di bawah ada parit resapan," jelasnya.

Bambang mengaku terbuka jika ada kelompok masyarakat atau instansi pemerintah hingga perangkat desa yang ingin belajar bersama bagaimana melestarikan lingkungan di kampung.

"Di sini bukan hanya soal tanam-menanam. Kalau itu banyak diterapkan. Selain alam, SDM atau orang-orang itu yang penting. Karena merubah mind set itu tidak mudah dan perlu komitmen," tandasnya.

Sementara, Ketua RW 19 Kelurahan Purwantoro Muhamad menuturkan sangat bahagia kampung yang dibina Bambang Irianto ini bisa diresmikan langsung oleh Pimpinan BPIP.

"Hari bersejarah untuk Kampung Wonosari. Karena diresmikan langsung Wakil Kepala BPIP. Sangat membanggakan bagi warga kami," tuturnya.

Kata dia, di bawah bimbingan Bambang Irianto, pihaknya kini siap menerima kunjungan tamu dari luar kampung bahkan luar kota untuk belajar bersama.

Peresmian Kampung Glintung Go Green sebagai Pusat Pelatihan Kampung Gotong Royong oleh Wakil Kepala BPIP ini terbilang meriah. Pasalnya, sepanjang jalan kampung puluhan karangan bunga ucapan selamat dari berbagai pihak berjejer tegak menyambut kedatangan tamu. (Ardiansyah Mahari)

Add comment

Security code
Refresh