Hukum
Penangkapan teroris. (Ist)

BANDARLAMPUNG - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris di Bandar Lampung. Pada Minggu (13/10), Densus 88 menangkap seorang terduga teroris inisial NAS, kemarin ada 4 warga terduga teroris yang diamankan di Bandar Lampung. Keempat warga terduga teroris ini diamankan di tempat berbeda.

Mereka yakni, Arif Hidayat (APS), Tri (T), dan Yudistira (Y), diamankan di Jalan Antasari. APS saat itu tengah membeli bahan material, sementara T dan Y sedang memperbaiki plafon tak jauh dari lokasi penangkapan APS.

APS ditangkap sekitar pukul 10.40 WIB. Sementara Y dan T diamankan pukul 11.45 WIB. Sementara Rifki (R), diamankan di Gang Buntu Jalan Pusri Pahoman pukul 12.25 WIB.

Dari hasil penggeledahan Tim Desus 88 Antiteror di kediaman para terduga teroris diamankan barang bukti berupa lima amunisi, laptop, dua kotak handphone, satu smartphone, kabel kelistrikan plus alat elektronik yang diduga untuk bahan peledak.

Awalnya, Densus 88 menggeledah rumah R, di Gang Buntu. Di sini, Densus mengamankan 5 amunisi, beberapa kabel, serta benda mencurigakan rakitan bahan peledak.

"Itu rumah kontrakan. R diamankan sekitar jam 12.25 WIB," jelas salah satu pria berbadan tegap yang menggeledah kediaman R, kemarin.

Kemudian penggeledahan berlanjut di rumah kontrakan Jalan Agus Salim Kaliawi. Di sini, tim menggeledah kamar atas dan membawa dua tas berisi laptop, kotak handphone, serta smartphone dari lokasi.

Selanjutnya penggeledahan dilakukan di rumah APS di Jalan Haji Said, Gang Kadu Pedang, Kota Baru, Tanjungkarang Timur.

Di rumah APS, tim hanya melakukan penggeledahan dengan waktu singkat. Tim pun mengamankan satu buah kotak kecil putih seukuran handphone.

Mulyadi, Ketua RT 08 LK III, Kelurahan Kota Baru, Tanjungkarang Timur, mengatakan, benda yang dibawa tim Densus 88 berupa kotak HP warna putih.

"Polisi tadi nunjukin, pak ini yang saya bawa, kalau buku-buku tidak," terangnya.

Mulyadi mengatakan, APS merupakan warganya yang mulai berubah semenjak ikut bekerja di penyewaan alat sound.

"Dulu sound itu di sebelah, lalu pindah di Kaliawi, dia (APS) ikut sound itu dan semenjak kenal (celananya cingkrang)," ujarnya sembari menunjukkan kaki dengan celana dipendekkan.

Sementara pemilik penyewaan sound, Zulkarnain mengatakan, R bekerja sebagai freelance di tempatnya.

"Saya gak tahu, kalau malam saya pulang. Dia baik, dia baru (kerja) 4 sampai lima bulan ini. Gerak-geriknya gak mencurigakan, kalau ngakunya dia asal Lampung Timur," ucapnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan Tim Densus 88 Anti Teror telah melakukan sejumlah rangkaian penindakan di Bandar Lampung.

Pandra meneruskan, keempat orang yang diamankan diduga terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"(Lainnya) nanti akan disampaikan langsung oleh Divisi Humas Mabes Polri secara resmi," tandasnya.

22 Orang Ditangkap

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/10) menjelaskan, total ada 22 terduga teroris yang ditangkap pascapenusukan terhadapMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Semua yang ditangkap polisi diduga terkait kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Puluhan orang itu juga diduga telah berbaiat kepada pemimpin organisasi teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Dua orang dari total 22 terduga teroris merupakan pelaku penusukan Wiranto di Banten, yaitu SA alias AR dan FA.

"Sampai dengan sore hari ini sudah ada 22 tersangka terorisme yang berhasil dilakukan preventive strike oleh aparat Densus 88," ucap Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, penangkapan dilakukan sejak kejadian penusukan Wiranto, pada 10 Oktober 2019, hingga kemarin, di sejumlah daerah.

Pada Kamis (10/10), aparat mengamankan terduga teroris RA di Banten serta WBN alias Budi di Bandung.

Masih pada hari yang sama, tim Densus mengamankan ayah dan anak berinisial AT dan ZAI di Bali.

Keesokkan harinya, Jumat (11/10/2019), Densus 88 menciduk S alias Jack Sparrow di Sulawesi Utara. Di hari yang sama, R alias Putra ditangkap di Jambi. Dedi menyampaikan, R merupakan otak daripada kelompok tersebut.

"Untuk mastermind daripada kelompok ini adalah R alias Putra," ujar Dedi.

Penangkapan terakhir di hari Jumat adalah terduga teroris berinisial TH, yang ditangkap di Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Lalu, di hari Minggu (13/10), terduga teroris berinisial NAS menyerahkan diri di Lampung. Kemudian, tim Densus 88 menangkap terduga teroris A di Sulawesi Tengah, RF di Indramayu, YF dan BA di Cirebon, Jawa Barat.

Untuk Senin kemarin, Densus 88 mengamankan delapan terduga teroris. Rinciannya, APS alias Aris Hidayat dan TH ditangkap di Bandar Lampung. Lalu, Y alias Yudistira, MRM alias Rifki, dan UD ditangkap di Lampung. Terakhir, N, JJ, dan AAS ditangkap di Bandung. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh