Hukum
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. (Ist)

MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akan memproses direksi perusahaan pemilik lahan yang terbakar dan tidak menutup kemungkinan mencabut izin perusahaannya bila terbukti sengaja membakar lahannya.

Mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Utara (Sumut), Kepolisian Daerah (Polda) Sumut akan memproses direksi perusahaan pemilik lahan yang terbakar. Kemudian, izin lokasi atau HGU juga akan diperiksa.

“Jadi kita mencoba untuk direksi bertanggungjawab juga kepada anak buahnya atau karyawannya dan juga wilayah yang dia kuasai yang diberikan izin oleh pemerintah,” ujar Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto, sesuai Rapat Koordinasi Karhutla di Kantor Gubernur, Jumat (20/9).

Dikatakan Mardiaz, Polda Sumut akan melihat buktinya. Jika ada perintah untuk membakar, maka akan dilakukan proses. Jika tidak, pihaknya akan melakukan penahanan.

“Supaya mereka bertanggung jawab. Jangan nanti ada wilayah HGU, yang dikorbankan karyawan dan warga setempat,” tegas jenderal bintang satu tersebut.

Perusahaan pembakar hutan dan lahan. (Ist)

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengungkapkan untuk mengantisipasi agar Karhula tidak terjadi di Sumut, Pemprov Sumut bersama pihak kepolisian sepakat mencabut izin perusahaan yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Kita akan lakukan tindakan tegas sampai ke tingkat pencabutan izin kalau itu benar benar dilakukan suatu perusahaan yang lalai. Saya minta Bupati dan Walikota di Sumatera Utara untuk menginventarisasi usaha perkebunan yang tidak menggunakan lahannya. Jika terbukti, izin usahanya terancam dicabut,” tegas Edy.

Mengancam Sumut

Edy menambahkan, Karhulta juga sudah mengancam Sumut. Sejumlah daerah bahkan sudah terpapar kabut asap.

“Hari ini sudah sampai ke Nias asapnya. Untuk itu, segera kita waspadai khususnya kesehatan untuk menjaga rakyat kita dari dampak asap itu,” papar Edy.

Di sisi lain, Edy Rahmayadi memerintahkan Dinas Kesehatan setempat memberikan pelayanan kesehatan bagi pengungsi yang sakit akibat asap Karhutla.

Hal itu dilakukan Edy, mengingat adanya sejumlah warga Riau saat ini mengungsi ke Sumut untuk menghindari kabut asap di daerahnya.

“Kita bantu kesehatannya. Kita maksimalkan kesehatannya dengan obat-obat yang ada. Saya sudah panggil kepala Dinas Kesehatan yang sudah koordinasi dengan wilayah kabupaten,” ujar Edy.

83 Titik Panas di Sumut

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sepanjang September, tercatat ada 83 hotspot atau titik panas tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumut. Sementara dalam 3 hari terakhir, masih tersisa 8 hotspot lagi yang tersebar di Asahan, Dairi, Humbang Hasundutan, Labuhan Batu, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Tengah.

“Di antara daerah-daerah itu, Dairi dan Labuhan Batu Selatan (Labusel) yang paling parah terpapar asap. Untuk itu segera siapkan masker untuk rakyat khususnya di wilayah Labusel yang asap sudah mulai tebal di sana,” pesan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Sugianto)

Add comment

Security code
Refresh