Beberapa anak di Lembata NTT, mendapatkan pembagian masker dari Plan Indonesia. (Ist)

LEMBATA – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mendukung upaya pemerintah tentang penggunaan masker secara nasional dengan membagikan empat puluh ribu masker kain untuk sepuluh ribu anak dan lima ratus masker untuk para relawan pada Agustus ini di Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur.

Pembagian masker kain ini telah berlangsung sejak Juli hingga tengah Agustus 2020. Bantuan masker dibagikan di 79 desa yang tersebar di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri dan Buyasuri. Para relawan Forum Penanggulangan Resiko Bencana kabupaten dan tingkat desa serta para relawan Plan Indonesia wilayah dampingan di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sejak akhir Juli lalu, Kabupaten Lembata telah dinyatakan masuk ke zona hijau oleh Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur. Protokol COVID-19 tetap dilaksanakan antara lain menjaga jarak, memakai masker, menyediakan media cuci tangan dan cuci tangan pakai sabun. 

Pada masa kebiasaan baru ini, pemerintah setempat tetap waspada dengan menerapkan protokol keamanan. Di sektor pendidikan, contohnya, proses pembelajaran dari rumah diselenggarakan dengan guru mengunjungi murid di rumah. 

“Pembagian masker ini bertujuan untuk mendukung anak-anak dampingan dan para relawan Plan Indonesia di desa agar terhindar dari COVID-19 dan terlindungi saat pendistribusian masker. Masker juga dimanfaatkan dalam melindungi diri saat melakukan aktifitas sehari-hari,” kata Erlina Dangu, Program Implementation Area Manager, Yayasan Plan International Indonesia di Kabupaten Lembata.

Erlina berharap pembagian masker ini agar anak-anak dan relawan bisa terhindar dari pandemik COVID-19 di wilayah dampingan Plan Indonesia. Orang tua penerima masker Marcia Bengan menyampaikan rasa terima kasih kepada Plan Indonesia. 

“Saya berterima kasih kepada Plan Indonesia atas pembagian masker ini karena sulit sekali mendapatkan masker dengan bahan yang nyaman untuk anak-anak,” kata Marcia. 

Pembagian masker ini kelanjutan program tanggap darurat pandemik COVID-19 oleh Plan Indonesia yang dimulai sejak April hingga September 2020. Plan Indonesia telah memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung berupa ribuan paket perlengkapan kebersihan diri dan fasilitas air bersih, paket manajemen kebersihan menstruasi dan paket permainan untuk  anak-anak serta alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan masyarakat. 

Lebih dari 450.000 anak dan orang dewasa telah menerima manfaat langsung dalam program tanggap darurat Plan Indonesia sebagai upaya untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

Wilayah tanggap COVID-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.

Plan Indonesia

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Plan International bekerja di Indonesia sejak 2 September 1969, berdasarkan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Republik Indonesia. Pada 15 Juni 2017, Yayasan Plan International Indonesia telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Plan Indonesia didirikan untuk menjangkau lebih banyak anak dan anak perempuan di Indonesia, dan memberikan dampak pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya yang lebih luas. Yayasan Plan International Indonesia merupakan bagian dari Indonesia Joint Forces for Ending Violence Against Children (IJF-EVAC), bersama dengan ChildFund Indonesia, Yayasan Save the Children Indonesia, SOS Children’s Villages, Wahana Visi dan Terre Des Homes. Informasi lebih lanjut: https://plan-international.or.id  

Sekilas Plan International

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Plan International adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Kami memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra. Plan International bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, ekslusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.

Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu. Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak. Saat ini kami bekerja di lebih dari 70 negara. Informasi lebih lanjut: https://plan-international.org. (Web Warouw)