Hindun Anisah, dari Pengasuh Pondok Pesantren Pemberdayaan Perempuan Jepara dan Staf Ahli Komisi VIII DPR RI, Mustafid pada Sabtu (30/3) di Jepara, Jawa Tengah. (Ist)

JEPARA – Kementerian Pemberdayaan Perempaun dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA) menggelar kegiatan Seminar Sosialisasi Perundang-undangan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) bekerjasama dengan Komisi VIII DPR RI. Kegiatan ini dilaksnakan agar masyarakat dan pemerintah bersama-sama menanggulangi keterlibatan Anak dengan Hukum.

“Keterlibatan anak dengan hukum dari Tahun ke tahun semakin naik.  Kasus yang menimpa anak-anak lebih banyak pada arah kekerasan seksual, dan trend baru hari ini adalah keterlibatan anak dengan kegiatan Terorisme” Ungkap Staf Ahli Komisi VIII DPR RI, Mustafid pada Sabtu (30/3) di Jepara, Jawa Tengah.

Mustafid juga menjelaskan keterlibatan anak berhadapan dengan hukum tersebut dipengaruhi oleh faktor Keluarga, Lingkungan, Media Televisi dan Sosial Media.

“Ada dua cara penyelesaian agar imbas masalah tersebut tidak membuat anak menjadi terbebani secara mental, pertama Restoratif, kedua Diversi” Jelas Penggagas sekaligus narasumber kegiatan tersebut.

Dalam seminar sosialisasi tersebut Mustafid juga didampingi satu Narasumber lain, Hindun Anisah, Pengasuh Pondok Pesantren pemberdayaan Perempuan Jepara. Dalam pemaparannya, Hindun lebih menyoroti kekerasan anak sebagai Pelaku.

Hindun menyampaikan bahwa Pola asuh orang tua yang terlalu otoriter ataupun permisif (serba membolehkan) akan mempengaruhi sikap anak sehingga mengakibatkan anak melakukan tidakan yang dapat berurusan dengan hukum.

“Pola asuh anak yang positif yaitu dengan model Demokrasi, libatkan anak dalam urusan pengambilan keputusan, ajak mereka berunding, tanyakan apa yang mereka inginkan” Papar perempuan lulusan Master Medical Antropologhy Amsterdam University tersebut

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam acara tersebut, Perwakilan KEMENPPPA, Agus Wiryanto, telah memberikan sambutan sebelumnya. Dalam sambutannya, KEMENPPPA berterimakasih kepada Masyarakat Jepara khususnya masyarakat kecamatan welahan dan sekitarnya. Agus Wiryanto juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi kasus Anak berhadapan dengan Hukum.

“Kami berterimakasih kepada Masyarakat Jepara, khususnya masyarkat Kecamatan Welahan ini. Mari bersama-sama kita mengurangi angka kasus anak berhadapan dengan hukum. Kami percaya apa yang disampaikan narasumber akan mampu memberikan arahan yang baik,” Ungkapnya. (Prijo Wasono)