Ekonomi
Pasar rakyat yang mulai hidup pasca wabah Corona. (Ist)

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di sejumlah daerah pada 9 Desember 2020 akan mendorong geliat ekonomi khususnya pada kuartal III-IV 2020.

“Pemilukada pada Desember akan menjadi pendorong karena uang beredar. Saat Pemilukada untuk penyelenggaraaan saja Rp24 triliun,” katanya melalui video konferensi di Jakarta, Rabu (5/8).

Menurut dia, setiap calon juga akan mengeluarkan dana yang diperkirakan mencapai Rp10 triliun sehingga total uang beredar diperkirakan mencapai Rp34 triliun hingga Rp35 triliun.

“Tentu akan meningkatkan konsumsi terutama untuk alat peraga bagi calon, termasuk di antaranya masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lain,” imbuhnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Pilkada serentak dijadwalkan berlangsung di 270 daerah yakni di sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di seluruh Indonesia.

Perhelatan demokrasi lima tahunan itu diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat dan dunia usaha sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang bergerak positif di tengah pandemi COVID-19.

Sesuai perkirakan sejumlah pihak termasuk pemerintah, pada kuartal kedua tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini menyentuh negatif 5,32 persen dari kuartal pertama 2,97 persen.

Meski begitu, pemerintah mencermati mulai ada sinyal positif tren perbaikan ekonomi pada kuartal selanjutnya salah satunya mulai bergeraknya aktivitas ekonomi karena dilonggarkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) termasuk didorong dengan stimulus fiskal mencapai Rp695,2 triliun. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment

Security code
Refresh