Ekonomi
Pakar Energi, Dr. Kurtubi. (Ist)

JAKARTA- World Bank (Bank Dunia) dan International Monetary Fund (Lembaga keuangan Dunia) memproyeksi Indonesia akan menjadi bagian dari 10 negara besar dengan ranking nomor 5 terbesar pada tahun 2024. Namun hal ini dibantah oleh pakar energi, Dr. Kurtubi kepada pers di Jakarta, Rabu (29/7).

“Pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bisa tercapai tanpa adanya industrialisasi secara massif. Dan ini baru bisa terjadi jika PLTN (Pembangkit Listrik tenaga Nuklir) masuk menjadi bagian dari Sistem Kelistrikan Nasional,” tegasnya.

Yang menarik menurutnya dari prediksi World Bank dan IMF ini adalah masuknya Indonesia menjadi bagian dari 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada rangking nomor nomor 5 terbesar.

“Namun World Bank dan IMF tidak menjelaskan bagaimana Indonesia akan memenuhi kebutuhan energi listriknya sehingga bisa menempati ranking nomor 5,” katanya.

Tanpa PLTN, Kurtubi tidak yakin Indonesia bisa mencapai prediksi dari World Bank dan IMF sehingga tidak akan mencapai pertembuhan diatas 8%.

“Saya berpendapat tidak mungkin Indonesia bisa mencapai posisi tersebut ditahun 2024 bahkan sampai tahun 2045 sekalipun tanpa adanya pertumbuhan ekonomi tinggi di atas 8% hingga double digit,” ujarnya.

10 negara GDP tertinggi di dunia, proyeksi World Bank dan IMF. (Ist)

Menurutnya dari data yang disajikan World Bank dan IMF menunjukkan bukti empiric bahwa 10 negara dengan ekonomi  terbesar di dunia di tahun 1992 dan 2008 kesemuanya adalah  merupakan negara-negara yang termasuk dalam ‘club’ negara pemakai energi nuklir.

“Negara-negara ini sudah menjadikan PLTN  sebagai bagian dari Sistem Kelistrikan Nasional mereka dalam menopang  bekerja dan beroperasinya semua jenis industri yang menjadi tulang punggung dalam struktur perekonomian mereka,” ujarnya. 

Kepada Bergelora.com dilaporkan, data World Bank menunjukkan perubahan ekonomi berbasiskan GDP di 10 negara sejak tahun 1992, 2008 dan kelak 2024. Dalam proyeksi disebutkan Indonesia pada tahun 2020 tiba-tiba bisa masuk dalam jajaran nomor 5 dari 10 negara tersebut, dibawah China, Amerika Serikat, India dan Jepang. Sementara Rusia menempati nomor 6 dibawah Indonesia. Dibawah Rusia secara berturut-turut Jerman di nomor 7, Brasil nomor 8, Inggris nomor 9 dan Perancis nomor 10.

Dalam proyeksi tersebut menggambarkan perkembangan pada tahun 1992 sampai tahun 2008 dan selanjutnya Amerika Serikat telah menjadi negara dengan GDP tertinggi di dunia. Namun China, yang pada tahun 2008 berada pada posisi nomor 10, naik menjadi nomor 3 pada tahun 2008 dan kemudian diproyeksikan akan menjadi nomor 1 menggantikan Amerika Serikat pada tahun 2024 yang akan turun menjadi nomor 2 GDP tertinggi di dunia.

Hal serupa terjadi pada Jepang yang pada tahun 1992 sampai tahun 2008 dan selanjutnya menempati nomor 2 GDP tertinggi dunia, pada tahun 2024 diproyeksikan akan turun menjadi nomor 4 GDP tertinggi dibawah India di nomor 3. Dari sepuluh negara tersebut hanya Indonesia yang belum memiliki PLTN. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh