Ekonomi
Pakar Energi, Dr. Kurtubi. (Ist)

JAKARTA- Dalam sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dunia,-- Uni Emirat Arab tercatat menjadi negara Arab di Timur Tengah  pertama yang berhasil membangun dan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Hal ini kemudian akan diikuti oleh Saudi Arabia, Mesir, Turki dan lainnya. Hal ini disampaikan oleh pakar Energi, Dr. Kurtubi kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (18/7).

Saat ini menurutnya Emirat Arab tengah bersiap akan menjadi negara Arab pertama yang akan mengirim warga negaranya dalam misi ke planet Mars. Negara padang pasir yang terletak di Teluk Persia ini adalah negara penghasil minyak. Saat ini produksinya sekitar  2.5 juta barrel perhari dengan penduduk hanya sekitar 10 juta orang, sekitar separohnya merupakan pendatang.

“Bandingkan dengan Indonesia yang saat ini produksi minyaknya hanya sekitar 750.000 bph,” ujarnya. 

Kalau menurut Bung Karno, kata Kurtubi, Emirat Arab kini sudah lengkap dan layak disebut menjadi negara maju karena mampu membangun PLTN dan bahkan mengirim warganya ke Mars.  Selain tentunya secara ekonomi sudah lebih dulu memenuhi syarat sebagai negara maju dengan income percapita sekitar $45.000.

“Pertanyaannya besarnya adalah, Kapan Indonesia sanggup membangun PLTN? Padahal bahan bakunya Uranium dan Thorium ada di negeri ini. Ahli teknologi nuklirnya banyak,” katanya.

Bung Karno menurut Kurtubi, jauh sebelumnya pada tahun 1950-an, sudah mencita-citakan Indonesia memiliki PLTN.

“Namun hingga hari ini belum juga terbangun, antara lain karena karena ketakutan. Perot (penakut-Bahasa Sasak) yang berlebihan. Lha negara kecil di padang pasir saja bernai memanfaatkan energi nuklir untuk lebih mensejahterakan bangsanya, koq kita sebagai bangsa yang terkenal pemberani, yang memperoleh Kemerdekaannya dengan mengusir penjajah,-- koq perot untuk memanfaatkan Kemajuan teknologi nnergi nuklir,” katanya.

Indonesia, menurut anggota Dewan Pakar HIMNI (Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia) bisa jauh lebih maju dan sejahterah jika memiliki keberanian membangun PLTN.

“Jangan biarkan bangsa ini terjebak untuk hanya menjadi negara berpenghasilan menengah. Mari kita percepat pertumbuhan ekonomi bangsa dengan kemampuan supply listrik yang cukup, bersih bebas emisi karbon dan stabil 24 jam untuk menopang industrialisasi,” tegasnya.  (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh